Proses Pengolahan Bahan Baku Tanah Liat
Bahan Baku atau Tanah Liat dipilih dari tanah yang berkualitas setelah tanah diproses penyiraman air yang cukup untuk mendapatkan tingkat kadar air yang cukup hal ini dilakukan agar dalam proses pengilingan tidak terlalu encer maupun keras sehingga mesin tidak kesusahan dalam proses penggilingan. dengan proses pengolahan tanah ( pengadukan ) yang cukup tanah di diamkan kuran lebih 1 malam hal ini dilakukan untuk mencukipi kadar air yang diperlukan dalam proses proses penggilingan sehingga air dapat meresap secara merata di nahan baku. dan menghasilkan tanah liat yang pilen.
Proses Pembakaran genteng,
Setelah
mendapatkan genteng super winong kering dan dirasa cukup banyak maka tahap selanjutnya
adalah tahap pembakaran. dalam tahap ini setelah genteng super winong melalui proses
pengeringan dengan sinar matahari yang bagus. Banyaknya genteng super winong kering untuk di bakar biasanya
tergantung besar atau kecilnya tungku pembakaran ( Jrobong ). Dalam proses ini
genteng super winong kering dimasukan kedalam tunggku pembakaran oleh 6 sampai 7 orang dari
mulai pagi sampai tengah hari. dengan jumlah kisara 9 sampai 10 ribu biji genteng super winong, Sebagai bahan pembakaran mengunakan kayu bakar
jati dan kayu lainya seperti trembesi sono tapi tidak semua kayu dapat digunakan karena ini berpengaruh besar kecilnya bara api karena kalau api dengan bara api yang terlalu besar juga kurang bagus begitu juga sebaliknya. kayu jati dipilih karena dapat menghasilkan bara yang bagus dan awet kayu
tidak mudah habis dengan bara yang rata tidak terlalu besar.
Proses pembakaran
ini memakan waktu kurang lebih 10 sampai 12 jam untuk menghasilkan genteng super winong yang
bagus dan berkualitas. Lama tidaknya proses pembakaran tergantung juga dari
jumlah genteng super winong yang dibakar dan tergantung besar kecilnya tungku ( Jrobong )
semakin besar semakin lama juga proses pembakaran. dan tergantung juga ketebalan ukuran genteng super winong.
0 komentar
Posting Komentar